Jembatan Merah (Brug Abang)

Meski jembatan ini berwarna biru namun memiliki nama jembatan merah atau lebih dikenal dengan brug abang. Nama tersebut berasal dari sejarah pembantaian terhadap pejabat pramong praja dan masyarakat tak berdosa oleh Kutil. Kutil merupakan tukang cukur (Ketua Persatuan Tukang Gunting Republik Indonesia atau PERTUGRI).

Monumen Jembatan Merah (Brug Abang) / sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal

Kejadian tersebut lebih dikenal dengan peristiwa Gerakan Tiga Daerah yang dipimpin oleh Kutil atau Sakhjani. Peristiwa ini dipicu oleh tekanan dan penindasan yang membangkitkan kebencian terhadap sistem penjajahan maupun terhadap penguasa daerah pendukung penjajahan itu sendiri.

Peristiwa Gerakan Tiga Daerah ini menjadi sejarah kelam bagi masyarakat di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Kejadian tersebut menorehkan luka mendalam bagi masyarakat sebab mayoritas korban adalah putra putri terbaik daerah. Jembatan merah menjadi saksi pembantaian tersebut sehingga kata “merah” dimaknai oleh mengalirnya darah para korban.

Peristiwa mengerikan ini berada di Pesayangan (pintu air jembatan merah). Bagi mereka yang dianggap bersalah akan diarak dengan iringan tetabuhan tombreng-tombreng menuju jembatan merah. Monumen ini berada di Desa Pesayangan Kecamatan Talang dengan bahan dari besi berdiameter 5×50 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *