Makam Pangeran Purbaya

Pangeran Purbaya adalah putra Sultan Agung dari Kerajaan Mataram dan sebagai menantu Ki Gede Sebayu. Bersama dengan Ki Ciptosari dan Wangsamuda mereka mendirikan pondok pesantren yang mengajarkan ilmu kanuragan atau bela diri dan ilmu kesaktian yang menggunakan mantra.

Pangeran Purbaya Kalisoka berguru kepada Ki Gede Sebayu, seorang pelopor babat alas tlatah Tegal. Dalam masa tersebut, beliau memiliki beberapa pantangan atau menghindari beberapa larangan. Antara lain memiliki sifat tamak, murtad, kuminter, kumingsum, kumalungkung, dan sifat buruk lainnya.

Pangeran Purbaya Tegal menikahi puteri Ki Ggede Sebayu bernama Raden Rara Giyanti Subhaleksana. Beliau juga membangun masjid jami’ di Padepokan Pesantren Desa Kalisoka. Bersama Ki Ciptosari beliau membangun balong (sejenis tambak) ikan tambra di Desa Cenggini yang airnya dihunakan sebagai irigasi ke persawahan penduduk.

Makam Pangeran Purbaya berada di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru. Kompleks makam beliau terbagi menjadi tiga galaman yang dibatasi dengan pagar batu bata. Bangunan cungkup dibagi dua ruang yaitu makam yang tertutup tembok dan serambi terbuka yang mengelilingi makam.

Nisan Pangeran Purbaya terbuat dari kayu dengan kondisi yang telah rapuh. Meski begitu, menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal kondisi makam Pangeran Purbaya masih dalam keadaan baik. Nisan beliau dikategorikan sebagai tipe Demak-Troloyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *